![]() |
| foto: detik.com |
Mengapa tidak menggunakan istilah karhutla? konon istilah tersebut kurang akrab di telinga internasional sehingga isu ini algoritma nya tak juga mendunia. banyak-banyak gunakan istilah kebakaran hutan dan lahan.
Kebakaran hutan di Kalimantan --- Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kalsel khususnya dan kalimantan pada umumnya sebenarnya sudah dimulai awal tahun ini. Tapi ya sedang puncak-puncaknya dua bulan terakhir. Kalau aku ingat-ingat terakhir langit lumayan biru ketika 17 Agustus. saat itu sempat memotret diwilayah Siring Banjarmasin.
Kebakaran hutan di Kalimantan 2026 dan asapnya saat itu belum terlalu banyak sampai Banjarmasin, namun setelah itu, hari-hari selanjutnya dipenuhi kabut asap.
Kini sudah 3 minggu anak-anak sekolah juga di PJJ-kan setelah sebelumnya masuk sekolah juga lebih siang waktunya.dari jam 7.00 bergeser ke jam 9 pagi untuk masuk, sampai akhirnya PJJ kembali.
yah..sedikit terasa seperti saat covid dulu..Cuma bedanya ini, asapnya terhirup dimana-mana. Penyakit menyerang hampir semua orang.Buat yang terdampak sedikit barangkali hanya batuk ringan dan sakit tenggorokan. Buat yang tak tahan, jadi ISPA ataus esak nafas akut yang membuat harus dibawa ke UGD atau bahkan dirawat di RS terdekat. Normal life jadi hal langka akhir-akhir ini.
DIBAKAR ATAU TERBAKAR
Penyebab kebakaran hutan di Kalimantan itu apa? Mungkin sudah banyak juga berita soal ini. Ada yang memang benar-benar terbakar namun ada juga yang sengaja dibakar untuk pembukaan lahan baru. kabarnya lahan sawit, yang memang banyak di wilayah Kalimantan. Entahlah..
Yang jelas banyak relawan yang ikut memadamkan lahan yang terbakar. Namun harus diakui, saking banyaknya yang terbakar, banyak juga lahan yang dibiarkan saja tanpa ada yang mencoba memadamkan.kenapa?
Ada dua alasannya. pertama, tak ketahuan lahannya punya siapa. Pemilik lahannya entah dimana dan masing-masing orang berupaya menjaga lahannya sendiri.
Alasan kedua, yang agak absurd, TIDAK ADA STOK AIR. Jangankan air buat memadamkan. Buat kebutuhan hidup sehari-hari saja air susah didapat. Sungai-sungai juga mengalami pendangkalan. Sedangkan sungai kecil bahkan airnya sudah kering.Hmmm..
Sehingga di beberapa tempat memang api dibiarkan saja sambil dijaga lahan sebelahnya, agar tidak menyebar. Itulah faktanya.
TETAP JAGA DIRI
Buat yang berada di wilayah kalimantan, pesannya ya tetap jaga diri sendiri dan keluarga kecil kita dulu. Tetap pakai masker dan banyak di rumah dulu. Solusi buat kebakaran hutan sih aku belum nemu juga..mungkin ahlinya yang lebih tahu ya? Sebagai masyarakat biasa tentu tetap aware dan waspa lah intinya.
Dan akupun, skip dulu olahraga di luar dalam beberapa minggu terakhir. Jujur, sedih sih aslinya hehehe. Apalagi olahraga di rumah saja tetap beda rasanya...
yang kedua, jaga lingkungan juga. Jangan sampai sih ada yang bakar--bakar sampah sekalipun. Udara yang panasdan angin kencang, berpotensi memperbesar api dan mungkin banget jadi penyebab kebakaran baru. Selain asap nya menambah kabut asap disekitar kita juga.
Sedapat mungkin, kita ingatkan tetangga yang masih melakukannya.
the last buat not least, semoga bisa tetap jaga kesehatan di tengah bencana iini.semoga badai cepat berlalu juga.aamiin


Tidak ada komentar: