"People come and go" dan Cara Menghadapinya

people come and go
foto : kumparan.com


Setiap masa ada temannya. Setiap teman ada masa-nya. -- hargai orang yang masih hadir di kehidupan kita, hargai juga mereka yang memilih mengakhiri pertemanan --


Awalnya tidak terlalu percaya juga dengan "jargon" tersebut. Apa iya pertemanan akan hilang begitu saja? namun ternyata memang demikian.

Mungkin kita masih ingat, ketika zaman SMP, berapa banyak teman yang kita miliki. Zaman saya sekolah dulu satu kelasnya ada 35-an orang barangkali bahkan lebih. Kemudian selain teman sekelas, saya juga kenal dengan banyak teman di kelas lainnya.

Mereka ini biasanya yang pulangnya satu arah bareng naik sepeda. Maklum saat itu sekolah lumayan jauh dan bersepeda saja. Lalu, ada teman ekstra kurikuler dan teman kegiatan lain di luar sekolah.Pokoknya banyak.

Ketika SMA dan kuliah juga demikian. Bahkan kuliah termasuk salah satu yang berkesan karena banyak memiliki teman di berbagai organisasi kampus. Itu belum termasuk teman sekelas ,seangkatan, teman kos bahkan teman sedaerah di perantauan.

kehidupan kemudian masuk ke dunia kerja. 

Ingat banget di tempat kerja pertama, begitu banyak punya teman.Bahkan bisa dibilang kami adalah teman kerja sekaligus teman "geng" di luar jam kerja. Kami sempat mengadakan arisan keluarga, kebetulan saat itu kami semua bisa dikatakan masih keluarga muda.

Dengan anak-anak yang masih kecil-kecil tentunya. Beberapa lainnya bahkan masih single, belum ada pasangannya. Seru sih kalau ingat masa-masa itu. Arisan dari rumah ke rumah dan penuh keakraban.

**

Waktu ternyata berlalu begitu cepatnya. Dimana teman-teman dulu yang sangat banyak kita miliki tersebut? 

Teman SD- Kuliah barangkali masih ada grup WA-nya. Demikian juga teman organisasi zaman di kampus dulu, ada grup WA-nya. Tapi berapa orang riil menjadi teman kita. Setidaknya pernah WA secara pribadi dan ngobroln hal random saja?

Kalau saya, bisa dihitung dengan jari.

Apalagi teman kerja dulu? Berapa orang yang masih sering kontak-kontakan? Ada beberapa kalau dalam kasus saya. Beberapa teman kerja pertama dulu, masih sering kontak bahkan ada 1-2 orang yang "terseleksi" dan akhirnya jadi besti. Meskipun faktanya kami sudah hidup berjauhan.

Yang lainnya? Saya kini bahkan hanya bisa melihat mereka melalui story instagram saja tanpa tahu persis kehidupan mereka seperti apa. Beberapa ada juga yang sesekali reply di IG dan sempat ngobrol sekilas tentang kehidupan mereka saat ini.

Melihat mereka baik-baik saja, sesungguhnya sudah merupakan kebahagiaan tersendiri kok. Walau ntahlah, apakah di sisa-sisa usia ini masih akan bertemu lagi?

 ***

Di balik teman lama, ada teman baru yang mungkin kurang dari setahun perkenalannya. Teman yang kebetulan bertemu, berteman dan bertukar pikiran tapi kemudian menghilang juga. Inikah yang dikatakan orang, teman yang hanya singgah di kehidupan?

Ada lagi teman dari teman yang kita dikenalkan. Mungkin sempat berbicara dan bertukar pikiran sekilas tapi kemudian hilang juga.

***

Orang berganti, masa berganti juga. People come and go itu memang nyata adanya. Barangkali bila ada yang mengatakan " pertemanan itu ruang dan waktu" itu benarlah adanya.

Mengapa kita berteman dengan seseorang? karena kita masih memiliki " ruang dan waktu" yang sama dan mirip. Kita masih relate satu sama lain.

Tetapi ketika rasa " relate" itu sudah nggak ada lagi, ya mungkin inilah waktunya. Waktu untuk mengakhiri pertemanan tersebut, karena kitapun masing-masingnya sudah sibuk dengan diri kita masing-masing.

Dimanapun kalian berada, wahai teman-temanku semoga saja masih ingat : kita pernah menghabiskan waktu bersama. Kita pernah se-relate itu membicarakan satu topik yang menarik, kita pernah seasyik itu membicarakan film yang sama atau menertawakan hal yang sama.

Semoga itu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Sehat-sehat semuanya, dan jangan lupa saling mendoakan sebisanya !!! 


Banjarmasin, 9 Juni 2024




"People come and go" dan Cara Menghadapinya "People come and go" dan Cara Menghadapinya Reviewed by Pojok Rumahan on Juni 09, 2024 Rating: 5

2 komentar:

  1. Jadi inget Ama semua temen2 yg bisa dibilang sahabat malah zaman SMP dan SMU . Tp skr ini malah ga Deket lagi samasekali. Msh temenan di medsos, tp kami udh kayak orang asing. Ga pernah nyapa, kalo aku sedang ke Medan atau mereka di JKT, juga ga hubungin. Seasing itu aja.

    Krn memang kami ga merasa ada kesamaan lagi. Aku suka traveling, mereka ga. Jadi wajar aku pindah ke temen2 yg punya selera dan passion yg sama.

    Wajar sih ya mba. Hrsnya memang ga usah diambil hati. Krn pertemanan di usia skr, semakin lama pasti semakin mengecil circle nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sadar bgt, circle pertemanan semakin mengecil ya. Beberapa teman alhamdulillah masih lulus seleksi pertemanan hehe..mungkin karena masih relate td satu sama lainnya..juga hobi yang barangkali mirip hehe.semangat buat kita semua

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.