Dear Me, Terima Kasih Sudah Hebat

dear me
Bersama si bungsu (dok : pribadi)


Nobody can see the trouble

I see

Nobody knows my sorrow 

(Soe Hok Gie)


Dear me,

Ketika aku menulis surat ini, percayakah, aku sebenarnya sedang dalam kondisi labil. Kondisi kesehatan yang kurang bagus akibat menstruasi panjang yang aku alami. Agak khawatir sebenarnya, apalagi aku pernah anemia parah dan opname sampai dua kali, dan transfusi akhirnya jadi solusinya.

Transfusi pertama di 2017 ada 6 kantong darah. Transfusi kedua di 2019 kalau nggak salah 4 kantong darah. Tulisan lengkapnya ada di sini ya

Awal-awal agak serem, darah orang masuk ke tubuh kita tanpa kita tahu latar belakangnya kan? Tapi, setelah bertahun-tahun, aku semakin yakin, ada banyak darah orang baik yang mengalir di tubuhku. 

Aku merasa terus berproses, menjadi pribadi yang lebih baik, setiap harinya. Apakah ini berkat darah orang-orang itu? Darah orang-orang ikhlas yang menyumbangkan darahnya buat kesehatan orang lain itukah? barangkali ya. Keren !!

Soal haid yang tidak normal ini, memang Januari lalu, menstruasi tiba-tiba kembali tidak normal alias tidak hadir selama sebulanan penuh.Tapi alhamdulillah Februarinya hadir juga walau tidak banyak. Nggak nyangka sih, kurang lebih 2 minggu sejak menstruasi terakhir tiba-tiba haid datang lagi.

Dan, itu bertepatan dengan hari kedua bulan Ramadan. dan ketika menulis surat ini,, sudah hari ke-12 haid datang, artinya sudah 12 hari tidak berpuasa!!.Jujur sih, kalau soal mengganti puasa, inshaAllah pelan-pelan akan aku ganti semua puasa yang bolong ini.

Tetapi yang terasa sayang banget adalah momen-momen lain di bulan Ramadan, huahaua apalagi bercita-cita buat khatam al Quran dan rajin tarawih di Ramadan ini. Entahlah,bisa juga nanti dikebut sih setelah bisa puasa lagi nanti.  Namun yang harus aku yakini, semuanya memang sudah dalam skenario Allah. Tidak perlu disesali berlebihan.

Dear me,

Meskipun hari-hari di Ramadan kali ini terasa berbeda, terima kasih tetap semangat. Semangat mengumpulkan recehan-recehan kebaikan kecil, yang barangkali buat orang lain biasa saja.namun buat aku berarti sangat banyak.

Tidak bisa membaca al quran karena halangan, pelan-pelan aku ganti dengan murottal.Biar apa? biar aku tak pernah kehilangan koneksiku dengan Al Quran, meskipun sedang kondisi tak sholat.

Suraj-surah favorit seperti Yassin, Al Mulk dan Al Waqiah tentu saja tak lepas tiap hari aku dengarkan murrotalnya.

Ini surah-surah yang hampir hapal sebenarnya karena memang teratur dibacanya. Lumayanlah, murottal itu  seakan-akan tetap membacanya.Kadang ditambah Ar rahman, walau surah ini jarang aku baca dalam kehidupan ketika tidak haid.

Di Ramadan  juga selalu menyempatkan diri buat memperbanyak doa.memang tidak lewat sholat namun di waktu-waktu terbaik mengusahakan banget buat berdoa. Misal di sepertiga malam, membiasakan untuk memohon ampunanNya dan tentu mendoakan orang-orang terdekat dan dicintai 

Juga doa buat teman-teman baikku dan orang baik yang diam-diam sering aku catat dengan rapi di hati ( percaya nggak kalian selalu aku doakan juga?)  hahaha. 

Doa buat diri sendiri? jujur sih, aku suka lupaaaa......saking keinginan pribadi tuh aslinya nggak banyak2 amat haha. Hidup aku memang terlalu receh dan apa adanya.

Ramadan 1445 ini juga tetap menyiapkan keperluan buka dan sahur buat seluruh isi rumah. Walau jujur kadang lelah juga, apalagi mungkin karena kondisi tubuh yang belum fit banget. Tapi tak apa, perlahan saja. Anak-anak memang harus disiapkan sama mamahnya ini, mereka masih jauh dari mandiri, apalagi si bungsu.

Hal kecil lain adalah bersedekah.Memang tak sebanyak tahun-tahun lalu barangkali.Apalagi kebutuhan tahun ini teramat banyak.Tapi tetap mengupayakan yang terbaik di ramadan. Inginnya sih bagi-bagi takjil.InshaAllah beberapa hari kedepan kalau ada rejekinya nanti.

^^

Dear me,

Jujur juga kadang aku merasa lelah sama hidup ( mau nyari istilah yang lebih halus, nggak nemu nih !!). Terasa banyak sekali jalan berliku yang telah aku lalui.

Terasa tak berhenti segala persoalan yang kadang bahkan sampai detik akhir tak dapat solusinya. Memang sih, nggak semua persoalan butuh solusi. Kadang ya, masalahnya bakal hilang sendiri seiring waktu, begitu kata orang bijak.

Juga banyak luka yang diam-diam aku sembunyikan dan entah kapan sembuhnya. iya, aku menyimpannya sendiri saja. Hampir tak memiliki orang kepercayaan selain kepada-Nya tempat berbicara jujur apa adanya.

Tidak sholat seperti sekarang seperti membatasi banyak cerita-cerita hidup yang biasa aku adukan kepada-Nya. Kadang berasa makin terpuruk. Maafkan ya rabb, keluhan-keluhan anehku selama ini !

Berkali surah Al Ikhlas aku lantunkan di hati. Bukan apa-apa, aku ingin diberi ikhlas tanpa batas, diantara banyaknya lelah dan beban yang kadang tak lagi terasa sanggup lagi aku pikul.

Tapi, hidup tentu harus disadari adalah sebuah perjalanan. Mungkin tak lurus, mungkin banyak kelokan dan batu besar sebagai penghalangnya.

Namun semuanya dan semuanya, tak akan pernah abadi. Akan ada keindahan dan kebahagiaan, pada suatu ketika. Dan itu sudah rumus dasar hidup : susah dan senang akan terus berganti.

^^

Dear me,

Kamu barangkali merasa hanya butiran debu diantara dunia fana ini. Kamu barangkali seringkali merasa tak berharga dan tak punya daya upaya apalagi kehidupan sempurna yang sering diperlihatkan orang-orang di sekitarmu.

Tapi, terima kasih ya sudah menjadi seorang yang kuat dan hebat. Hampir tak pernah mengeluh ke orang lain kecuali lewat tulisan yang juga di private hehe. Terima kasih juga "dialog diri" yang diam-diam menghibur hati. Agak aneh ini tapi asli, jadi healing diri sendiri tanpa merepotkan orang lain. 

Percayalah, kamu berharga dan masih layak punya banyak mimpi-mipi kecil dan besar di kehidupanmu.

Terima kasih juga tetap bertahan. Tak apa menangis dan merasa terpuruk, tapi jangan sering-sering dong  haha.Tapi percayalah, akan ada masa dimana kelak kamu mengerti, semua itu hanyalah cobaan yang sebenarnya tak ada artinya lagi di masa depan dan hanya layak kamu kenang saja.

Haiii aku, mari kita jalani semuanya dengan bahagia !! Yakinlah Allah selalu bersama hamba-Nya. Doa-doa langit yang kau lantunkan inshaAllah tak pernah sia-sia.

Thank you..


Banjarmasin, 24-03-2024




Dear Me, Terima Kasih Sudah Hebat Dear Me, Terima Kasih Sudah Hebat   Reviewed by Pojok Rumahan on Maret 25, 2024 Rating: 5

6 komentar:

  1. Aku selalu percaya bahwa Tuhan tidak memberikan ujian melebihi kemampuan orang tersebut. Semuanya butuh usaha dan kesabaran. Semangat kak!! Semoga bisa melewati ini semua dengan baik-baik saja.

    Semangat untuk terus berkarya, Kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAllah makasih kak Rivai, maafkan baru balas komennya

      Hapus
  2. Aku doakan juga mba Enny bisa lebih cepat pulih, dan kuat menghadapi masalah apapun. Dan dimudahkan dalam mencari solusinya 🤗.

    Benar mba, diri kita ini berharga. Sekecil apapun yg sudah kita lakukan utk diri sendiri, menandakan kita berterimakasih kepada Allah yg sudah menciptakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak Fanny, inshaAllah kita harus selalu merasa berharga kemudian banyak bersyukur, makasih byk ya

      Hapus
  3. Rasa lelah kadang memang ada ya
    sambat dan mengeluh, itu sepertinya sudah menjadi ciri manusia
    hanya bisa mengurangi dan terus bersyukur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas Djangkaru, mengurangi mengeluh memang bgs bgt,tapi gpp kali ya kalau via tulisan.biar lega gt haha

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.